12/02/2018
Balada Merah Hari Pertama Mendadak Super Hero
Sebenarnya aku adalah orang yang selalu siap sedia pembalut di tas setiap hari. Tapi entah kenapa hari itu aku lupa menaruh lagi lantaran tempo hari pembalut di tas di minta seorang kawan yang tiba-tiba datang bulan. Giliran aku mendadak si merah datang tanpa terasa dan pembalut tak ada.
Siang itu aku cukup hectic karena ketikan-ketikan tugas menumpuk. Sedangkan deadline kerjaan maju, so mulai nyicil ngetik. Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB. Aku putuskan jeda untuk ambil air wudhu salat zuhur. Tapi saat mau pipis ,,bercak merah kecoklatan terlihat di celana . 😑 Omg datang bulan
(Apa nggak salah November ini tamu itu sudah datang di awal bulan,berati dua kali. Ish siklus 26 hari suka bikin lupa)
Aku bergegas keluar dan ambil pembalut di tas dan tidak ada. Aku baru sadar pembalutku diminta temanku yang mendadak haid. Ya sudahlah kulanjut ngetik dan berharap si merah nggak keluar banyak setelah beberapa jam muncul.
Aku pun masih melanjutkan liputan dan ketikan hingga pukul 15.00 wib ak mulai berasa cairan merah sedikit demi sedikit mengalir. Ak memang sengaja tidak beli karena tanggung deadline jam 17.00 wib lalu pulang.
Aku hanya wa Doi tamu bulanan yang mendadak datang tanpa persediaan.sekitar pukul 16.00 wib Doi balas wa dan tanya posisiku. (Doi malah yang rempong ,😂 bilang nggak nyamanlah. apalah).
Dan menawarkan diri untuk membelikan pembalut. Aku bilang tidak usah. Masih aman.
Aku pun melanjutkan ketikan. Sekitar setengah jam kemudian, doi wa lagi.
" Aku sudah di depan. Kamu ke sini ya," sambil mengirim foto depan kantor walikota.
Ak kaget dan heran. Lalu cuma kubalas ngapain ? Kamu aja yang masuk lewat pintu barat.
Dan akhirnua doi datang, aku pun keluar (untung temanku masih sibuk ngetik)
Kulihat doi di tasnya sudah berisi pembalut pink di kantong plastik putih
(Whats Doi kenapa bawain itu 😅😂).
Aku speechless dan cuma bisa ketawa lalu menerimanya. Aku tidak mengira Doi bisa-bisanya datang. Padahal aku sudah menolak tawaranya untuk beliin pembalut. Antara kaget dan geli ketawa dengan kedatangan doi bawa pembalut.(Gimana coba belinya, milihnya).
Ya sudah akhirnya aku terima pembalut pink yg ternyata merek sama yg biasa ak pakai.
Tapi ternyata beda tipe dan jenis 😅😂
Doi pun lalu pamit.
Tak lupa aku bilang makasih dan Ak pakai dulu deh. 😅😂
Sampai rumah aku masih senyum geli sendiri dengan kedatangan doi. Aku gak nyangka Doi mendadak datang hanya untuk bawain pembalut.
Bahkan membelinya sendiri.
Anyway aku pernah membaca artikel jika laki-laki berani beli pembalut buat wanita itu tanda laki-laki tidak malu dan siap jd suami. Jarang ada laki belum nikah terus beli pembalut wanita.
It was surprised me. How could he did it 😂 I think that moments is very funy but safe me. So thats way i write this. Just funy and surprise moment in my life with him🤣😂😅😆
9/25/2017
TEROR "KAPAN NIKAH ?!"
Jadi kapan ? Undangannya lo jangan lupa.
Itu si **i udah nikah belum ?! Udah punya calon atau pacar belum ?
Umur berapa sekarang? Mbok buruan nikah. Kalau di atas 30 tahun hamil dan lahirannya rentan lo
Ayo giliran **i kapan? Kan udah semua, mas mbaknya..
Terus kamu kapan?! Buruan nikah nanti biar ibuk asuh sekalian anaknya. Pokoknya cucu-cucuku semuanya ibuk asuh...
Yup itu beberapa pertanyaan ( lebih ke desakan menurutku) yang santer ditujukan ke aku selama beberapa bulan ini. Baik langsung maupun tak langsung. Tepatnya saat jatah umurku berkurang 1 dan jadi muncul angka 3 di depan.
Semua aku jawab basa basi. Paling andalan amin doanya ya, sembari pasang senyum. Balasanku lainnya adalah ok, besok kalau aku sudah tahu jawabannya aku kabarin deh. Kalau yang tanya usia selevel kujawab kapan-kapan deh.
Hahah lha gimana lagi. Menurutku mereka itu tahu atau pura-pura tidak tahu atau benar-benar tidak paham ?! Jodoh dan menikah adalah rahasia Allah. Yang sudah menikah lalu cerai giman? Itu jodoh atau nggak berjodoh. Nah lo.. Itulah rahasia Allah. Tak ada yang tahu kan.
Pertanyaan itu serupa dengan "kapan kamu mati?
Coba orang-orang yang nanya kapan kawin atau kapan nikah dikasih pertanyaan itu, mau jawab apa hayo.. Heheh nggak tahu kan kapan kita mati, karena hanya Allah yang tahu. Itu sama dengan jodoh hanya Allah yang Maha mengetahui.
Tapi aku nggak akan sefrontal itu balik nanya gitu ke orang-orang yang bertanya kapan nikah ke aku. Heheh aku cuma jaga perasaan (japer) bukan bawa perasaan (baper). Kalau tidak, dikira nggak tahu aturan .
Status lajang kan tidak menimbulkan lubang pada lapisan ozon yang mengganggu masyarakat atau menambah polusi udara atau banjir. Justru lajang saat ini berperan mengurangi potensi lonjakan penduduk di Indonesia. Data Badan Pusat Stastik tahun 2017 penduduk Indonesia berjumlah sekitar 260 juta jiwa. Indonesia berada di peringkat 4 dunia dengan jumlah penduduk terbesar, sesudah China, India, dan Amerika Serikat. Pada 100 tahun kemerdekaan atau tahun 2045, penduduk Indonesia diprediksi berjumlah 320 juta jiwa. (Sumber :
http://ekonomi.kompas.com/read/2017/08/24/180051826/indonesia-diprediksi-tak-lagi-jadi-negara-berpenduduk-muslim-terbesar-di
*note : aku comot sumber berita online. Itu di jogja tapi aku nggak liputan itu #bukanwilayahtugas).
Nah lo udah banyak kan penduduknya. Jadi lajang ini cukup membantu negara karena tidak nambah masalah.
Selain itu tidak sedikit yang kini nikah di usia muda atau nikah diluar rencana misal "DP" hamil duluan. Tapi banyak juga yang nikah muda berujung cerai dan kekerasan dalam rumah tangga. ( sumber: http://lifestyle.kompas.com/read/2017/02/16/113500420/perceraian.diprediksi.naik.terus.selama.10.tahun.ke.depan).
nah lo nggak mau kan nikah cerai nikah cerai..(mirip selebritis dong)
Kalau di atas 30 tahun hamil, lahirannya rentan lo.
Memang secara kesehatan dari kaca mata dokter idealnya begitu. Tapi melahirkan sehat dan selamat itu semua atas izin Allah. buktinya ada yang melahirkan di atas 30 tahun bisa normal, sehat dan tidak operasi cesar. Yang penting bismillah deh.
Terus kapan nikahnya ? Jadi nggak pengin nikah ? Ya pengin tapi belum kebelet (PUP kali kebelet). Bukan itu sih hehe. Maksudku ya aku pengin nikah bila sudah benar-benar siap dan menemukan orang yang "klik" dan mau saling menjadi teman hidup.
DON'T ASK ME TO GET MARRY SOON. EVEN MY AGE IS GETTING NEW EVERY YEAR. CAUSE I WILL MARRY IF I AM READY AND THE DESTINY FROM GOD COME TO ME.
Ya bagiku menikah itu penting. Nggak cuma sekadar melepas status atau desakan umur untuk segera nikah lalu pasang sale obral.. (Emang barang-barang di mall, didiskon)
Menikah bagiku sebaiknya cukup sekali dalam hidup. Jadi harus dipersiapkan segalanya. Nggak cuma modal saling cinta. (Emang bisa bayar listrik pakai cinta). Harus siap mental, fisik, finansial, komitmen dan tanggung jawab (#kemapanangariskeras)
Kalau bahasa Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional jadilah Genre ( Generasi Berencana). Nggak mau kan nikah tapi kehidupannya justru berantakan.
Ada yang bilang jangan lama lama, jangan pilih-pilih.
Prinsip memang tidak pilih-pilih. Tapi memilih itu penting. Biar nggak menyesal setelah menikah nanti dan berujung cerai. Jangan lama-lama? Lha memilih itu nggak bisa instan seperti masak mi instan. Butuh proses.
Beruntung ada orang terdekat yang nggak banyak tanya soal kapan nikah. Bahkan belum pernah nanya itu ke aku. Ya bersyukur aku punya bapak demokratis dan memyerahkan semua pilihan ke anaknya. Tapinkonsekuensinya ya harus siap dijalani. I love you bapak, (maaf ibuk kali ini aku tak dipihakmu. Beda pendapat sama ibuk nggak bikin durhaka kan ya heheh, (ingat lagunya Dea ananda trio kwek-kwek surga di telapak kaki ibu) .
Bismillah aku percaya Allah lebih tahu saat yang tepat. Semua akan menikah pada waktunya. Eh indah pada waktunya. Seperti kata Leo Tolstoy Tuhan tahu, tapi menunggu...
3/25/2017
Hore Lulus Baper First Love
Hujan malam itu sudah reda dan akhirnya aku memantabkan hati kembali dan bismillah menemuinya sebagai bentuk menjaga silaturahmi. Yup dan semuanya mengalir tanpa ada perasaan deg-degan dan takut menatap matanya seperti dulu.
Masa lalu firts love memang sulit dilupakan. Tapi bukan berati harus "membanting pintu keras" untuk melupakan dan menolak apapun tentangnya. Tapi cukup diletakan di sudut belakang dan dibungkus plastik hitam. Jangan ditengok. Kalau datang ya dilihat tapi jangan kembali ke belakang. Fokus ke depan. Hore lulus baper firts love.
3/12/2017
First Love Datang (lagi) Baper(ang) Menyerang
Entahlah... Kalimat itu yg tepat menggambarkan kondisiku saat ini. Bukan karena pekerjaan. Tapi lagi-lagi soal masa lalu yg sudah kustempel "tamat". Aku sudah nyaman menjalani hidup selama beberapa tahun ini tanpa menaruh harapan pada makhluk adam. Namun setelah hampir 6 tahun lost contact, benteng pertahananku mulai retak dengan kehadiranmu lagi. Yupp firts love yg dulu membuat ak bego sampai nangis bawang bombay..
Berawal dari pesan WA masuk ke hpku di malam hari. Dia basa basi say hello. Tapi tak kubuka. Baru siang harinya tanpa sengaja kebuka pesen itu gegara ak salah sentuh chat WA (nasib jari nggak imut suka meleset dan typho). Dan akhirnya terbaca.. (Sial) dan berlanjut ke pesan pertanyaan baru dan basa basi lagi... Pertanyaan yang paling nyebelin adalah sudah berapa anakmu? (Helooo emang kucing yang beranak pinak, kawin tanpa nikah).
Apa daya terpaksa kubalas dan sedikit emosi. Dia selalu membalasnya dengan emoticon innocent. (Sama kayak dulu mukamu innocent dan sok smart). Anyway intinya dia memberi kabar sedang ada pelatihan di Jogja dan ngajakin ketemuan. Diarr,.. Apa sih nih maunya orang. Setelah sekian lama tanpa kabar dan cerita lalu yg sudah usai, kini ngajaki ketemuan. Aku pikir cukup masa lalu saja yang sudah mengetuk dan membanting pintu hati hingga sulit di buka sampai kini. I had need for more 3 years to heal my heart and got up to walking forwad.
Ak jawab sekenanya dan tak berminat untuk bertemu. Tapi dia tetap ingin mengajak ketemu. Bahkan mau ke rumah. (Sial ). Langsung aku tangkis dengan tawaran ketemuan di luar. Aku nggak mau membuat ibu bertanya lagi seperti dulu. Entahlah aku lupa. Apakah ibu sudah aku kasih tahu atau belum,, jika dia sudah melepas masa lajangnya.
Tapi bukan cuma itu saja. Namun aku harus siap dengan berondongan pertanyaan kapan nikah, tuh dia udah nikah, jika ia datang ke rumahku..
Dan tibalah hari sabtu. Sampai siang itu ak masih galau antara menemuimu atau tidak. Hingga malam hari tiba, dia WA tanya. Tapi sengaja tak kubuka. Ak tepar di kasur gegara ak bingung dengan perasaanku. Entah bawa perasaan (baper) kenangan dulu atau rasa baper(ang) dengannya yg membuat ak dulu jd manusia bodoh. Malam itu saking bingungnya ak sampai ketiduran hingga hpku off sampai pagi. Baru kali pertama ak resah dan takut serta deg-degan jika diannekat ke di rumah. Dia tipe yg "tiba-tiba". Seperti dulu dia pernah ngajakin makan bareng, tahu-tahu udah di depan rumah. Padahal baru saja ngabarinnya, (tahu mungkin aku suka ngeless klo diajakin). Dan tepat dugaanku. Paginya hp kucash, banyak WA dan telepon masuk dari dia. Tapi ak baru membukanya siang hari. Ternyata malam itu dia sudah dekat rumah dan tak bs menghubungiku. Dan yak dia rada marah.. Fine.. Setelah terbaca kau marah lagi. Akhirnya kita buat kesepakatan tetap ketemu. OMG ketemuan?? Serius Tri apa km sadar dengan ketemu langsung. Siap2 baper dengan pemilik mimik muka dingin dan berkacamata itu. Damn.., jangan baper dan ngajak perang lagi...
Please he had lovely family and I have been enjoying my life. No man no hurt felling..that I have been keeping for now. It's seem "zero" like balance of life without fall and dying. Just only hope to Allah, no one else. Bismillah saja, smg aku bisa mensikapinya dengan dewasa. Kata seorang bijak, getting "heartache" make you wiser...
2/26/2017
Jasa Reparasi Ketik Manual, Bertahan di Era Digital
Ya itulah aktivitas jasa reparasi yang dilakoni Widodo sejak tahun 1989 sampai sekarang. Di tengah perkembangan teknologi komputer dan era digital yang memudahkan dalam mengetik tulisan, pekerjaannya masih bertahan. Jasanya masih diandalkan di sejumlah instansi di Pemkab Sleman.
"Memang sejak ada komputer dan laptop, konsumen berkurang. Omset turun separohnya. Tapi sekarang masih ada yang pakai," papar Widodo di sela kesibukannya memperbaiki mesin ketik manual di Kantor Pemkab Sleman, (18/8/2015)
Warga Jodag RT 04 RW 11 Sumberadi, Mlati, Sleman itu menyebut saat ini kebanyakan instansi kantor pemerintah yang banyak menggunakan jasanya. Terutama untuk kebutuhan me ngetik kuitansi yang lebih praktis memakai mesin ketik manual. Sedangkan dari warga hanya satu sampai dua orang saja.
Di tengah era digital diakuinya tidak mudah mencari onderdil untuk memperbaiki mesin ketik manual. Dia biasanha mengandalkan onderdil dari mesin ketik yang ia miliki. Menurutnya bagian mesin ketik manual yang cukup sulit dicari adalah letter yakni bagian untuk menghasilkan huruf dari mesin ketik.
"Selama ini perbaikan saya kanibalkan dengan mengambil onderdil mesin ketik manual lain," ucap bapak 4 putri itu.
Selama ini mendapatkan mesin ketik manual dari mengikuti lelang alat tulis aset kantor pemerintah yang dilelang. Dia menuturkan harga mesin ketik manual produk Jepang kini dijual kisaran Rp 2 juta.Sedangkan produk Tiongkok di kisaran Rp 1 juta.
Tarif reparasi yang ia pasang tergantung dari kerusakan. Jika reparasi biasa atau pemeliharaan ia memasang tarif Rp 100 ribu. Sedangkan yang paling mahal Rp 400 ribu.
Kemampuannya memperbaiki mesin ketik manual ia dapatkan dari kakaknya. Butuh waktu tiga tahun bagi dirinya untuk mandiri memperbaiki mesin ketik tersebut setelah Ikut kakaknya. Saat muda selain di Pemkab Sleman dia juga menyasar di Pemkab Bantul.
Meskipun kini suami dari Endah Puryani (51) sudah memiliki pekerjaan lain yang lebih menghasilkan, dia tetap mempertahankan pekerjaan jasa reparasi mesin ketik manual. Baginya mesin ketik manual sudah berjasa menumpu kehidupan keluarganya dulu.
"Tetap akan saya pertahankan. Karena mesin ketik adalah yang menghidupi saya sejak awal," pungkasnya.(Tri)
Widodo masih eksis di era digital memperbaiki mesin ketik manual
2/25/2017
Menyusuri Pesona Laguna Pengklik
2/21/2017
Tuna Netra Bukan Halangan Jadi Musisi, Mendengar Kunci Fauzi Belajar
PERMAINAN musik orkestra para siswa SMKN 2 Kasihan, Bantul yang memeriahkan serah terima jabatan Bupati Bantul periode 2016-2021 memukau para tamu undangan. Mulai dari lagu kebangsaan, nasional sampai lagu-lagu pop romantis. Semua pemain musik terlihat serius dan asyik memainkan alat musik masing-masing. Sekilas dari deretan para pemain biola ini tampak sama. Namun jika diperhatikan dengan seksama salah satu dari deretan violinist itu adalah penyandang tuna netra.
Ya dia adalah Fauzi Muhammad Haidi (17) siswa kelas XI SMKN 2 Kasihan. Tidak seperti pemain biola umumnya yang sesekali matanya melihat kertas partitur berisi not-not balok. Mata Fauzi sedikit tertutup, tapi jari-jarinya handal menekan senar biola dan tangan kanannya menggesek senar. Meskipun tak melihat kertas partitur, gerakan gesekan biolanya seirama dengan teman-teman sesama violinist lain.
Tidak hanya main biola, di beberapa lagu, Fauzi bergeser tempat duduk ke belakang dan bermain keyboard. Dia pun sanggup memainkan keyboard dengan cukup mahir. Baginya musik adalah jiwa yang membuatnya termotivasi untuk belajar memainkan alat musik. Meskipun kondisinya terbatas tidak bisa melihat, tapi itu tidak menjadi halangan.
“Saya belajar tidak dengan not balok. Saya hanya mendengar saja. Lama-lama hafal nadanya,” ujar Fauzi usai bermain di Kompleks Parasamya Kantor Bupati Bantul beberapa hari lalu.
Fauzi belajar bermain musik sejak usia 7 tahun atau kelas 1 SD. Tidak hanya bermain biola dan piano, dia juga bisa bermain gitar, bas dan drum. Menurutnya alat musik yang paling sulit dimainkan adalah biola. Dia membutuhkan waktu 1 tahun untuk bisa bermain biola.
“Biola yang paling sulit. Cara menggeseknya. Butuh perjuangan yang lama dan kuat. Tapi karena saya tertarik banget dengan musik saya terus belajar,” tambah Fauzi yang tinggal di Jalan Madubroto, Patangpuluhan, Yogyakarta itu.
Tidak mengherankan dia memilih sekolah di SMKN2 Kasihan Bantul yang selama ini dikenal sebagai sekolah musik di DIY. Tak berhenti sebagai pemain biola, dia ingin menjadi arranger atau pengaransemen lagu. Meskipun kini dia mengaku belum menciptakan lagu, tapi ia optimis bisa mencapai impiannya mengaransemen lagu.
“Impian saya jadi arranger yang mengaransement lagu. Senang aja. Kalau menciptakan lagu, sekarang belum. Tapi saya yakin,” tambah Fauzi,
Salah seorang guru SMKN 2 Kasihan yang juga konduktor orkestra, Sapta Keswara Kusbini menilai sulit mendapatkan siswa seperti Fauzi dengan keterbatasannya tapi mampu mendulang prestasi. Lantaran Fauzi tuna netra, untuk mengajarkan alat musik biola dilakukan dengan mendengarkan gesekan biola.
“Fauzi itu membaca dengan telinga. Makanya bukan kami ajarkan not balok. Tapi dengan menggesek dan mendengar. Ketajaman pendengarannya luar biasa. Sekali diajari langsung bisa,” kata Sapa.
Menurutnya di sekolah Fauzi dikenal rendah hati dan tidak neko-neko. Di sekolah Fauzin juga banyak teman karena dia siswa yang dianggap asik oleh teman-temannya.<B>(Tri)<P>
4/10/2016
Bahasa Isyarat Jadi Jembatan
TANGAN - tangan Ramadhany Rahmi (24) terlihat bergerak ke depan maupun ke samping. Jari-jarinya dikepal dan kadang ditekuk hingga membentuk serupa huruf-huruf alphabet. Sesekali dia menggerakan bibir dan mengucap kata tanpa bersuara.
Ya Ramadhany atau yang akrab disapa Madha ini bukan sekadar menggerakkan tangan atau bermonolog. Dia sedang berkomunikasi dengan bahasa isyarat kepada para penyandang tuna rungu. Meskipun tidak mampu mendengar dan berbicara secara jelas, bukan berati para penyandang disabilitas pendengaran itu tak bisa berkomunikasi.
"Jangan pernah memandang tuli tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka bisa melakukan seperti yang kita lakukan. Hanya mereka tidak bisa mendengar," tutur Madha di sela kegiatan penyandang disabilitas di Pemkab Sleman belum lama ini.
Menurut Madha meskipun tidak bisa mendengar, penyandang tuli bisa merasakan perlakuan orang kepada mereka. Pada moment hari penyandang disabilitas internasional yang diperingati tiap 3 Desember diharapkan masyarakat diskriminasi penyandang disabilitas semakin berkurang.
"Jika tidak bisa bahasa isyarat, minimal menghargai mereka dengan bersikap ramah," ujar Madha yang sejak 2013 menjadi juru bahasa isyarat itu.
Walapun dirinya maupun keluarga tidak ada yang menyandang tuli, Madha tertarik menekuni bahasa isyarat. Gadis berjilbab asal Purwokerto itu awalnya belajar bahasa isyarat dari media sosial You Tube. Kemudian dia bergabung dengan komunitas penyandang tuna rungh Deaf Art Community untuk memperdalam bahasa isyarat.
"Awalnya dari nonton film. Aku tertarik bahasa isyarat karena bagus. Tidak seperti berbicara pada umum. Orang tuli senang dengan orang yang bisa bahas isyarat. Tapi tidak semuanya yang tuli bisa bahasa isyarat," papar Madha yang kini bekerja di beberapa Lembaga Sosial Masyarakat terkait disabilitas itu.
Untuk menguasai bahasa isyarat, dasar-dasar alphabet isyarat setidaknya harus dikuasai. Kemudian gerakan-gerakan isyarat untuk menggambarkan suatu benda juga diperlukan. Selain itu dibantu denga gerak bibir, gestur dan ekspresi wajah. Dia paling senang jika penyandang tuli paham dan merespon isyaratnya.
"Sulitnya itu kalau pembicara cepat dan menggunakan bahasa ilmiah atau terlalu tinggi," kata lulusan jurusan Hubungan Internasional UMY itu.
Walaupun dalam beberapa kegiatan dia mendapatkan honor dari menjadi juru bahasa isyarat, dia kadang melakukannya secara sukarela. Terutama untuk membantu teman tuli mendapatkan informasi.
Dia sudah sampai ke Bali dan Australia untuk membantu menerjemahkan bahasa isyarat kawan-kawan penyandang tuli. Setelah hampir 3 tahun menekuni isyarat dia tetap ingin belajar terus mendalami.(Tri)
12/04/2015
SAPARAN BEKAKAK
Namun tak perlu takut dan heran mereka bukanlah pasangan pengantin yang sebenarnya. Sepasang pengantin itu terbuat dari tepung beras ketan yang dibentuk sedemikian rupa seperti manusia. Penyembelihan replika sepasang pengantin itu adalah prosesi adat Saparan Bekakak yang diadakan warga Ambarketawang, Gamping, Sleman, Jumat (27/11) sore.
"Bekakak adalah pengjawantahan orang berupa sepasang tematen dikorbankan. Ini untuk mengelabui agar tidak ada korban," kata Suharyanto salah satu panitia Saparan Bekakak, kemarin.
Dia menuturkan dulu ada abdi dalem Kraton Yogyakarta Ki Wirasuta dan keluarganya yang tinggal di dekat Gunung Gamping. Namun suatu ketika mereka kejatuhan Gunung Gamping hingga meninggal. Atas pemikiran Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan HB I dibuatlah sesaji bekakak untuk keselamatan warga.
"Di dalam bekakak berisi juruh gula jawa yang diberi warna makanan merah. Jadi saat disembelih akan mengeluarkan warnah merah seperti darah," terangnya.
Sementara itu Camat Gamping, Priyo Handoyo mengatakan Saparan Bekakak ini maknanya sebagai bentuk pengorbanan agar diberikan keselamatan dan keberkahan warga. Selain itu untuk melestarikan budaya. "Yang penting ini juga untuk nguri-uri budaya. Sekaligus kebersamaan, kerukunan dan silaturahmi warga," ucap Priyo.
Dia menyampaikan saat ini penambangan gamping di Ambarketawang Gamping tidak ada. Namun masih tersisa bukti bukit gamping yang kini dijadikan sebagai cagar budaya. Menurutnya antuasiasme masyarakat untuk menyelenggarakan Saparan Bekakak cukup tinggi. Salah satunya peserta kirab yang cukup banyak partisipasinya dari masyarakat.(Tri)
Sepasang pengantin bekakak yang terbuat dari tepung beras dikirab sebelum disembelih untuk prosesi Saparan Bekakak, di Ambarketawang, Gamping.
10/12/2015
Jangan Pandang Sebelah Mata
Tidak semuanya orang pendiam itu bersikap diam dan acuh. Aku mengalaminya hari ini. Terkadang orang yang selama ini aku anggap cuek dan pendiam ternyata memiliki perhatian dan kepedulian. Spontanitas kepeduliannya. Bahkan lebih dibandingkan orang yang memiliki omong besar. Aku jadi mengerti mana orang yang tahu di saat kita sedang dalam kesulitan.
Ya tadi di siang bolong yang panas, ak ditolong seorang kawan. Sebut saja mas Real Man. Saat itu ban sepeda motor aku bocor. Di siang yang panas usai liputan aku mau membawa si Supri ke bengkel terdekat. Tanpa dinyana si Real Man memberikan kunci motornya dan meminta kunci motorku.
Dalam hatiku, apa sih nih orang. Terus ak baru sadar dan menolak tawarannya. Tapi rupanya dia tetap memaksa meminta kunci motorku. Kemudian ia mengecek ban motorku apa masih bisa dikendarai. Ya sudahlah Aku pun mengendarai motornya. Beruntung lokasi tambal ban motor tidak jauh. Dia membawa sepeda motorku ke tambal ban itu.
Ak langsung mengucapkan terima kasih kepadanya dan merasa tidak enak. Kan sebenarnya ak masih bisa bawa motorku sendiri ke bengkel. Tapi dia dengan wajah serius langsung menjawab, "biasa aja. Nggak apa-apa. Aku malah yang nggak enak kalo nggak bantu" katanya
Jeng..jeng., jeng..ak langsung kagum dengan orang yang selama kupikir nggak seru aka garing itu. Dia begitu spontan dan paham menempatkan posisinya sebagai seorang Real Man. Padahal di liputan tadi jg banyak kawan laki2. Duh emang tuh orang pendiem , lugu dan masuk kategori laki2 "alusan". Bahkan lebih lembut dibanding ak kalau ngomong. *duh malunya aku.
Tindakan spontan dia jg nyata terlihat waktu aku dan teman-teman karaoke bareng. Dia tiba2 order makanan dan minuman. Ketika akan pulang dia juga sudah membayar bill di kasir tanpa sepengetahuan kami.
Spontanitas dan kepedulian dibalik karakternya yang pendiam baru kusadari tadi siang. Dia tak biasanya merangkul bahuku dari belakang samping dengan pergelangan tangannya. Dia merangkul bahuku sambil berjalan dan ngobrol menanyakan lokasi acara. Saat ak mendahului teman2ku di belakang, dia melepaskan rangkulannya. Dia paham posisi dan situasi.
Dan malam ini aku baru menyadari kepeduliannya malam ini. Jangan pandang sebelah mata. Makasih kawan..
Yogya, 11/10/2015
6/05/2015
Evakuasi Ekstrim Pendaki di Gunung Merapi, Endro Bertaruh Nyawa Turun Naik Kawah
Meskipun tak turun langsung meliput evakuasi di Gunung Merapi karena posisi di Boyolali, saya bisa merasakan jiwa heroik para tim penyelamat jenazah pendaki Erri Yunanto (21). Apalagi mereka yang harus turun ke kawah. Usai evakuasi selesai, saya berkesempatan meliput pengalaman salah seorang penyelemat dari SAR DIY yang turun ke kawah yakni Endro.Kebetulan kantor menugasi saya meliputnya. Berikut pengalaman Endro yang bertaruh nyawa menyelematkan korban jiwa. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi para pendaki.
Endro Bertaruh Nyawa Turun Naik Kawah
"Maaf ya saya cepat haus. Ini efek tubuh kalau di gunung siang panas sekali, malam dingin. Kulit jadi pecah-pecah dan mengelupas. Kayaknya saya besok perlu spa dulu," tutur Endro sambil tersenyum membuka perbincangan di Kantor SAR DIY kemarin.
Sejak awal skenario penyelamatan, Endro yang memiliki nama Gembel di SAR itu, sudah diplotkan turun melakukan vertical rescue ke kawah. Dia menempati posisi kedua dari 5 recuer atau penyelamat yang bertugas mengangkat jenazah dari kawah. Waktu ditunjuk dipikirannya hanya siap melaksanakan tugas mulia sebagai SAR walaupun berisiko. Rasa panik dan was-was ia tahan dan fokus pada penyelamatan.
"Tidak ada rasa deg-degan pas turun. Beruntungnya kondisi suhu di dasar kawah saat saya turun sama dengan suhu siang hari saat panas seperti ini. Nafas tidak berat. Kepekatan asap sulfatara normal. Bau belarang hampir tidak ada," terang warga RT 04 , RW 33 Sermo, Sumberarum, Moyudan, Sleman itu.
Namun diakuinya suhu di kawah fluktuatif berkisar 30 sampai 50 derajat celsius. Menurutnya evakuasi jasad Erri adalah evakuasi ekstrim karena berada dalam situasi yang komplek. Apalagi ia kali pertama masuk ke kawah gunung. Banyak variabel yang perlu diperhitungkan sebelum tim penyelamat masuk ke kawah seperti suhu, jenis bebatuan labil, kandungan belerang dan asap sulfatara.
"Yang paling sulit itu medan lintasannya saat turun ke kawah dan balik ke atas dan harus packing. Batuannya labil. Kena tali saja batu runtuh. Saya berkali-kali kejatuhan batu. Tapi pakai helm dan baju pelindung lengkap, sehingga aman," papar suami dari Adelia Puspitasari(25) itu.
Lantaran kondisi setiap detik bisa berubah ia dan tim penyelemat menggunakan momen itu untuk fokus menyelamatkan korban. Selain Gembel, ada Bakat Setiawan dari Barameru yang turun pertama memastikan situasi dan kondisi di kawah aman atau tidak untuk evakuasi. Sedangkan tiga penyelemat lain dari SAR DIY yakni Andri Susanto, Akhmad Muhsin dan Rahmadiyono yang bertugas menarik jenazah dan dua rescuer yang turun.
Dia menilai koordinasi dan kekompakan tim dari berbagai pihak yang solid membantu evakausi berjalan lancar. Diakuinya sang istri sempat khawatir saat ia mengabarkan harus turun ke kawah. Namun niat dan ia meyakinkan ke istrinya untuk memberikan kepercayaan. Beruntung telepon selulernya mati, sehingga ia fokus mengevakuasi.
"Tapi kalau masuk ke kawah lagi saya tidak mau. Karena kondisinya tidak mungkin seberuntung seperti kemarin. Saat turun, suhu dalam kondisi normal. Saat kami naik, susu di kawah langsung tinggi," tambah Gembel yang masuk SAR DIY sejak tahun 2006 itu.
Tidak heran dia tunjuk sebagai penyelemat karena dia telah mengantongi sertifikat internasional rescue vertikal dan emergency first responder tingkat internasional. Tim rescue yang turun juga harus memiliki mental dan hati yang kuat.
"Saya senang dengan kegiatan berkaitan dengan alam seperti naik gunung, menyelam dan hutan. Dari situ saya terus meningkatkan kemampuan," kata Endro yang juga bekerja sebagai Tim Reaksi Cepat BPBD DIY itu.
Dia berpesan kepada para pendaki untuk mematuhi aturan dan menghormati alam. Pendakian di Gunung Merapi hanya sampai Pasae Bubrah. Diakuinya banyak pendaki yang mengabaikan aturam sehingga terjadi hal-hal yang tak diinginkan.(Tri)
3/12/2015
Belajar Tega
Sial kenapa sejak dua hari ini aku kurang konsentrasi. Apa karena tuh orang lagi. Aku jadi berpikir kenapa sekitar dua minggu lalu dia mencoba menghubungiku lagi. Padahal aku sudah berusaha menghindarinya. Semua kontak sudah aku hilangkan dan block. Tapi sial aku kelupaan memblock kontaknya di WA.
Dia kembali menghantui dan menteror kehidupanku yang sudah cukup nyaman tanpa ada dirinya. Dan hal yang paling menyebalkan adalah dia kembali mempertanyakan kesalahannya di masa lalu. *Helooo itu sudah lewat. Sudah selesai. Kenapa masih coba dibuka lagi.
Aku memilih berusaha menjaga jarak dengannya karena aku tidak mau lagi menjadi korban fitnah seperti dulu. Rasa sakit yang dulu masih sedikit tersisa. Tapi kenapa dia muncul lagi.
Namun dua hari lalu aku menyimpulkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku. Aku sudah menduga, pasti kisahnya berakhir dan ia mencoba mencariku dan meminta maaf kembali. Aku cukup mengenal karakternya karena hubungan pertemanan cukup dekat sejak 3 tahun lalu. Ternyata kabar burung tentangnya pun sudah beredar.
Aku memintanya untuk tidak mengganggu lagi. Dia memintaku agar tidak menghindarinya ketika bertemu. Tapi aku masih belum bisa melihatnya bahkan berbicara seperti dulu. Meskipun dia memohon satu permintaan terakhirnya agar dia bisa bersahabat denganku seperti dulu. Tapi aku menolaknya dan sampai sekarang belum bisa berteman seakrab seperti dulu dengannya. Aku harus tega meski ada yang tersakiti demi menjaga dariku dari fitnah.
Siang pun aku dia sesekali terngiang di kepalaku. Dan sial saat pulang kerja, aka berpapasan dengannya di jalan. Dia berjaket biru mengendarai motor ke arah timur. Aku mengendarai motor ke arah barat. Aku mencoba menutup helm. Sepertinya dia melihatku karena aku mengenakan jaket merah menyala yang biasa kupakai. Sekilas melihatnya sebenarnya aku tidak tega. Dia terlihat lesu nggak ada semangat.
Ayolah tri kamu harus tega. Sesekali belajar tega agar dia bisa mengambil pelajaran dari kesalahannya hanya karena buta asmara. Menyeret orang lain menjadi korban fitnah dalam masalahnya. Seperti kataku ke dia, mari jalani hidup kita masing-masing. Aku tidak mengganggu kamu, dan kamu tidak mengganggu aku. Jadi buat sesimple itu saja.
Kotagede, 12 Maret 2015
7/30/2014
Jangan tanya lagi ya bu..
"Apa kabar cah sumatra? Cah yg dulu kos di gedongkuning? Apa masih kerja di Solo." Bertubi-tubi pertanyaan itu dari ibu.
Pertanyaan yg selalu kuharap tak keluar dari ibu setiap libur lebaran tiba. Ak memang tak melihat ekspresi muka ibu saat ia bertanya karena kami di ruangan yang berbeda. Aku mengetik di depan laptop di ruang tamu dan ibu di ruang tengah. Namun dari nada suaranya terasa ibu mengharap kedatangannya lagi. Mempertegas bagaimana perkembangan hubungan kami dulu.
Sembari mengetik aku jawab sekenanya. "Mungkin masih kerja di Solo bu," jawabku sambil lalu.
Entahlah ibu mendengar jawabanku atau tidak karena kakakku tetiba berbicara dengan ibu. Namun ibu tak merespon lagi atas jawabanku tadi. Fiuhh syukurlah..
Sebenarnya aku sudah malas menjawab pertanyaan serupa tentang itu setiap libur lebaran. Tapi pasti ibu masih terkenang dengan lelaki asal Lampung, teman dekatku dulu yang selalu datang ke rumah tiap lebaran. Hanya sejak 3 atau 4 tahun lalu(aku rada lupa) dia tak datang lagi.
Ceritaku dan dia sudah usai bu. Sebenarnya kalimat itu yang seharusnya kuberikan sebagai jawaban untuk pertanyaan ibu. Namun kupikir tak ingin lagi ada pertanyaan tambahan lain dari ibu jika kujawab seperti itu. Pasti ibu akan menjawab "jangan milih2" bla...bla..bla..
Ak sudah capek denganya. Orang satu2nya yang bs membuatku mengerem ambisi, menaklukkam emosi dan kupercayai. Laki-laki dewasa yang kuizinkan mengelus kepalaku dan menyentuh tanganku karena bisa menenangkanku. Ahh sudahlah.. Dia sudah bahagia di sana. Salahku yang dulu mudah menyerah karena tak ingin ada masalah dengan ibunya yang masih mengekang garis keturunan dari tanah kelahirannya.
Tak harus memiliki memang menyakitkan, tapi itu kenyataan. Namun cerita lalu itu, masih menyisakan kehati-hatianku untuk kembali membuka hati. Dear heart, I'm sorry you have to be patient. Just forwad n enjoy story from Allah. I believe whatever happen in the end is the best for me
Wake up, stand up n don't give up :-)
4/19/2014
Mengejar Matahari Terbit di Bukit Si Kunir
Pemandangan matahari terbit di antara jajaran puncak Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing dan Ungaran di Bukit Si Kunir Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.
<B>MESKIPUN<P> waktu masih menunjukkan pukul 04.00 wib tapi perbukitan di kawasan Dieng Wonosobo Jawa Tengah itu sudah ramai dengan wisatawan. Berbekal nyala senter dan jaket tebal perjalanan mendaki dimulai. Udara tipis dan dingin yang menusuk kulit membuat nafas mudah tersengal. Sesekali nyanyian penyemangat, salam serta ucapan hati-hati antar rombongan mengiringi perjalanan.
Namun semua rasa lelah itu terbayar saat mencapai puncak. Pemandangan puncak Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing berjajar disinari mentari yang perlahan muncul. Sebagian awan tipis masih terlihat menggantung di antara puncak gunung. Pemandangan semesta dan pegunungan pun membuat terkesima wisatawan karena keindahan di atas Bukit Si Kunir.
Ya Bukit Si Kunir adalah satu bukit yang mengelilingi Dataran Tinggi Dieng dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut. Bukit di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo ini atau desa tertinggi di Pulau Jawa ini adalah salah satu tempat terbaik untuk menikmati matahari terbit.
Jarak pendakian pun tidak terlalu jauh karena puncak dapat dicapai dalam waktu sekitar 45 menit. Namun tetap harus berhati-hati karena jalan setapak cukup terjal dengan sebagian tepi jalan adalah jurang. Ada dua jalur pendakian di Bukit Si Kunir. Satu jalur pendek dan satu jalur lain yang lebih tinggi.
Sembari menikmati pemadangan pengunjung juga dapat beristirahat menikmati udara segar. Beberapa pedagang minuman panas dan kentang goreng sudah menanti di puncak si Kunir. Lelah dan cuaca dingin di lokasi memang mudah lapar. Ini juga jadi energi untuk perlajanan turun bukit.
Tidak hanya saat terbit matahari, pemandangan perbukitan hijau yang mengelilingi Si Kunir juga apik. Tak heran wisatawan selalu mengabadikannya dengan kamera. Turun dari Bukit Si Kunir, pengunjung akan disambut dengan Telaga Cebong. Air telaga yang terlihat hijau dan dikelilingi persawahan terasering sayuran serta pohon carica terasa menyejukkan.
Di dekat Telaga Cebong terdapat tempat pemberhentian dan parkir kendaraan para pengunjung. Lokasi ini juga menjadi awal mula pendakian. Biaya masuk pendakian Bukit Si Kunir hanya Rp 2.000 per orang.
Pendakian di Bukit Si Kunir yang tidak terlalu jauh, cocok bagi pendaki pemula. Namun tetap harus dipersiapkan kondisi fisik sebelum mendaki dengan latihan fisik olahraga sebelum berangkat. Ini agar tubuh tidak kaget saat mendaki dengan udara dingin waktu dini hari. Wisata ini juga sangat cocok bagi Anda yang suka petualangan.
“Saya suka alam dan fotografi jadi nggak ngebosenin ke Bukit Si Kunir. Apalagi <I>sunrise<P> di Si Kunir adalah salah satu yang terindah,” tutur Handito salah satu wisatawan yang sudah empat kali mendaki Bukit Si Kunir itu belum lama ini.
Perjalanan menuju Si Kunir dari Yogyakarta dapat ditempuh sekitar 4 jam dari Yogyakarta. Untuk perjalanan di malam hari dianjurkan menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada kendaraan umum yang menuju Bukit Si Kunir. Namun jika tidak ingin repot bisa juga datang di siang hari dan menginap di home stay atau rumah penduduk setempat. Baru pada dini hari mendaki ke puncak Si Kunir.
Untuk perjalanan kendaraan umum dari Yogyakarta bisa menggunakan bus Semarang dan turun di Magelang. Kemudian pindah bus jurusan Wonosobo. Tiba di Wonosobo gunakan angkot ke kota dan bus jurusan Dieng. Sedangkan untuk menuju si Kunir ada jasa ojek. Siap bertualang, mari mengejar matahari.<B>(Tri)<P>
SERUNYA SELFIE RUN
<B>RIBUAN<P> orang memadati penggal Jalan Margo Utomo atau Jalan Mangkubumi Yogyakarta Minggu (13/4) pagi untuk berlari bersama. Beberapa orang bergerombol memasang muka senyum atau manyun dengan <I>handphone<P> yang dilengkapi dengan tongkat narsis (tongsis). Peserta yang lain pun antusias memfoto diri mereka sendiri atau narsis. Semakin seru ketika bubuk warna warni ditaburkan ke arah peserta.
Suasana seru inilah gambaran dari acara Selfie Run yang diadakan oleh Indosat bekerja sama dengan Kedaulatan Rakyat (KR) Group. Selfie Run ini dilepas oleh Direktur KR dr Gun Nugroho Samawi dengan mengibarkan bendera.
Acara yang menjadi bagian dari Togoe Jogja Festival (TJF) kedua ini diikuti sekitar 2.000 peserta baik anak muda maupun orangtua. Kegiatan ini juga untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun(HUT) 4 media KR Group yakni Minggu Pagi, KR Radio, KR Jogja.com dan Koran Merapi Pembaruan.
”Bagus. Buat seru-seruan. Positif juga karena lari buat olahraga menyehatkan,” kata Novi salah satu peserta Selfie Run kepada <I>Merapi<P> di sela acara.
Dia bahkan sengaja tampil beda dengan mengenakan rok seperti balerina. Menurutnya cara itu agar jadi pusat perhatian di antara ribuan peserta lainnya. Hal senada juga dikatakan oleh Iyan peserta Selfi Run lainnya.
”Di Yogyakarta acara lari masih sedikit. Apalagi sambil foto narsis,” kata Iyan anggota Komunitas Indorunners Jogja itu.
Tidak kalah dengan anak muda, beberapa orang lansia juga mengikuti acara ini. Seperti Suparjo (70) warga Ronodigdayan, Bausasran, Danurejan. Namun ia sendiri tidak memahami selfie dan narsis, hanya berlari.
”Saya senang olahraga dan suka lari, makanya ikut acara ini,” kata Suparjo yang seminggu sekali berlari di sejumlah jalan di Kota Yogyakarta itu.
Peserta ini berlari menempuh jarak 5 km dengan mengambil start dan finish di Jalan Margo Utomo. Tidak seperti lari bersama lainnya, di tengah jalan peserta bebas berekspresi memfoto diri. Sampai di finish semua peserta memperoleh medali dan tetap narsis tiada henti.
Ketua Panitia HUT Bersama 4 Media KR Group, Baskoro Jati menyatakan mendukung penuh acara yang digandrungi anak mudah itu. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Indosat atas kerja samanya.
Selain selfie, TJF juga dimeriahkan dengan 240 tumpeng persembahan dari para pelaku usaha di Jalan Margo Utomo. Sebanyak 100 tumpeng di antaranya persembahan dari Indosat.
“Tumpeng ini akan dimakan bersama-sama warga,” kata Ketua II Panitia TJF Widyo Suprayogi.
TJF yang diadakan bekerja sama dengan Pemkot Yogyakarta dan Dini Media Pro ini juga menampilkan kreativitas pelajar SMA di Yogyakarta di bidang seni budaya. Ada pentas musik, tarian, teater, mini orkestra. Selain itu juga ada konsultasi kesehatan dan donor darah.<B>(Tri)<P>
Foto -TRI DARMIYATI
Para peserta Selfie Run berfoto bersama dengan handphone yang dilengkapi dengan tongsis agar maksimal.


