Labels

Showing posts with label intermezo. Show all posts
Showing posts with label intermezo. Show all posts

12/02/2018

Balada Merah Hari Pertama Mendadak Super Hero



Sebenarnya aku adalah orang yang selalu siap sedia pembalut di tas setiap hari. Tapi entah kenapa hari itu aku lupa menaruh lagi lantaran tempo hari pembalut di tas di minta seorang kawan yang tiba-tiba datang bulan. Giliran aku mendadak si merah datang tanpa terasa dan pembalut tak ada.
Siang itu aku cukup hectic karena ketikan-ketikan tugas menumpuk. Sedangkan deadline kerjaan maju, so mulai nyicil ngetik. Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB. Aku putuskan jeda untuk ambil air wudhu salat zuhur. Tapi saat mau pipis ,,bercak merah kecoklatan terlihat di celana . 😑 Omg datang bulan
(Apa nggak salah November ini tamu itu sudah datang di awal bulan,berati dua kali. Ish siklus 26 hari suka bikin lupa)
Aku bergegas keluar dan ambil pembalut di tas dan tidak ada. Aku baru sadar pembalutku diminta temanku yang mendadak haid. Ya sudahlah kulanjut ngetik dan berharap si merah nggak keluar banyak setelah beberapa jam muncul.
Aku pun masih melanjutkan liputan dan ketikan hingga pukul 15.00 wib ak mulai berasa cairan merah sedikit demi sedikit mengalir. Ak memang sengaja tidak beli karena tanggung deadline jam 17.00 wib lalu pulang.
Aku hanya wa Doi tamu bulanan yang mendadak datang tanpa persediaan.sekitar pukul 16.00 wib Doi balas wa dan tanya posisiku. (Doi malah yang rempong ,😂 bilang nggak nyamanlah. apalah).
Dan menawarkan diri untuk membelikan pembalut. Aku bilang tidak usah. Masih aman.
Aku pun melanjutkan ketikan. Sekitar setengah jam kemudian, doi wa lagi.
" Aku sudah di depan. Kamu ke sini ya," sambil mengirim foto depan kantor walikota.
Ak kaget dan heran. Lalu cuma kubalas ngapain ? Kamu aja yang masuk lewat pintu barat.
Dan akhirnua doi datang, aku pun keluar (untung temanku masih sibuk ngetik)
Kulihat doi di tasnya sudah berisi pembalut pink di kantong plastik putih
(Whats Doi kenapa bawain itu 😅😂).
Aku speechless dan cuma bisa ketawa lalu  menerimanya. Aku tidak mengira Doi bisa-bisanya datang. Padahal  aku sudah menolak tawaranya untuk beliin pembalut. Antara kaget dan geli ketawa dengan kedatangan doi bawa pembalut.(Gimana coba belinya, milihnya).
Ya sudah akhirnya aku terima pembalut pink yg ternyata merek sama yg biasa ak pakai.
Tapi ternyata beda tipe dan jenis 😅😂
Doi pun lalu pamit.
Tak lupa aku bilang makasih dan Ak pakai dulu deh.  😅😂
Sampai rumah aku masih senyum geli sendiri dengan kedatangan doi. Aku gak nyangka Doi mendadak datang hanya untuk bawain pembalut.
Bahkan membelinya sendiri.
Anyway aku pernah membaca artikel jika laki-laki berani beli pembalut buat wanita itu tanda laki-laki tidak malu dan siap jd suami. Jarang ada laki belum nikah terus beli pembalut wanita.
It was surprised me.  How could he did it 😂 I think that moments is very funy but safe me. So thats way i write this. Just funy and surprise moment in my life with him🤣😂😅😆

9/25/2017

TEROR "KAPAN NIKAH ?!"

Jadi kapan ? Undangannya lo jangan lupa. 
Itu si **i udah nikah belum ?! Udah punya calon atau pacar belum ? 
Umur berapa sekarang? Mbok buruan nikah. Kalau di atas 30 tahun hamil dan lahirannya rentan lo
Ayo giliran **i kapan? Kan udah semua, mas mbaknya..
Terus kamu kapan?! Buruan nikah nanti biar ibuk asuh sekalian anaknya. Pokoknya cucu-cucuku semuanya ibuk asuh...

Yup itu beberapa pertanyaan ( lebih ke desakan menurutku) yang  santer ditujukan ke aku selama beberapa bulan ini. Baik langsung maupun tak langsung. Tepatnya saat jatah umurku berkurang 1 dan jadi muncul angka 3 di depan. 
Semua aku jawab basa basi. Paling andalan amin doanya ya, sembari pasang senyum. Balasanku lainnya adalah ok, besok kalau aku sudah tahu jawabannya aku kabarin deh. Kalau yang tanya usia selevel kujawab kapan-kapan deh. 

Hahah lha gimana lagi. Menurutku mereka itu tahu atau pura-pura tidak tahu atau benar-benar tidak paham ?! Jodoh dan menikah  adalah rahasia Allah. Yang sudah menikah lalu cerai giman? Itu jodoh atau nggak berjodoh. Nah lo.. Itulah rahasia Allah. Tak ada yang tahu kan.

Pertanyaan itu serupa dengan "kapan kamu mati?  
Coba orang-orang yang nanya kapan kawin atau kapan nikah dikasih pertanyaan itu, mau jawab apa hayo.. Heheh nggak tahu kan kapan kita mati, karena hanya Allah yang tahu. Itu sama dengan jodoh hanya Allah yang Maha mengetahui.
Tapi aku nggak akan sefrontal itu balik nanya gitu ke orang-orang yang bertanya kapan nikah ke aku. Heheh aku cuma jaga perasaan (japer) bukan bawa perasaan (baper). Kalau tidak, dikira nggak tahu aturan . 

Status lajang kan tidak menimbulkan lubang pada lapisan ozon yang mengganggu masyarakat atau menambah polusi udara atau banjir. Justru lajang saat ini berperan mengurangi potensi lonjakan penduduk di Indonesia. Data Badan Pusat Stastik tahun 2017 penduduk Indonesia berjumlah sekitar 260 juta jiwa. Indonesia berada di peringkat 4 dunia dengan jumlah penduduk terbesar, sesudah China, India, dan Amerika Serikat. Pada 100 tahun kemerdekaan atau tahun 2045, penduduk Indonesia diprediksi berjumlah 320 juta jiwa. (Sumber :
http://ekonomi.kompas.com/read/2017/08/24/180051826/indonesia-diprediksi-tak-lagi-jadi-negara-berpenduduk-muslim-terbesar-di
*note : aku comot sumber berita online. Itu di jogja tapi aku nggak liputan itu #bukanwilayahtugas). 
Nah lo udah banyak kan penduduknya. Jadi lajang ini cukup membantu negara karena tidak nambah masalah.

Selain itu tidak sedikit yang kini nikah di usia muda atau nikah diluar rencana misal "DP" hamil duluan. Tapi banyak juga yang nikah muda berujung cerai dan kekerasan dalam rumah tangga. ( sumber: http://lifestyle.kompas.com/read/2017/02/16/113500420/perceraian.diprediksi.naik.terus.selama.10.tahun.ke.depan).
nah lo nggak mau kan nikah cerai nikah cerai..(mirip selebritis dong)

Kalau di atas 30 tahun hamil, lahirannya rentan lo. 
Memang secara kesehatan dari kaca mata dokter idealnya begitu. Tapi melahirkan sehat dan selamat itu semua atas izin Allah. buktinya ada yang melahirkan di atas 30 tahun bisa normal, sehat dan tidak operasi cesar. Yang penting bismillah deh.

Terus kapan nikahnya ? Jadi nggak pengin nikah ? Ya pengin tapi belum kebelet (PUP kali kebelet). Bukan itu sih hehe. Maksudku ya aku pengin nikah bila sudah benar-benar siap dan menemukan orang  yang "klik" dan mau saling menjadi teman hidup. 

DON'T ASK ME TO GET MARRY SOON. EVEN MY AGE IS GETTING NEW EVERY YEAR. CAUSE I WILL MARRY IF I AM READY AND THE DESTINY FROM GOD COME TO ME.

Ya bagiku menikah itu penting. Nggak cuma sekadar melepas status atau desakan umur untuk segera nikah lalu pasang sale obral.. (Emang barang-barang di mall, didiskon) 
Menikah bagiku sebaiknya cukup sekali dalam hidup. Jadi harus dipersiapkan segalanya. Nggak cuma modal saling cinta. (Emang bisa bayar listrik pakai cinta). Harus siap mental, fisik, finansial, komitmen dan tanggung jawab (#kemapanangariskeras) 

Kalau bahasa Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional jadilah Genre ( Generasi Berencana). Nggak mau kan nikah tapi kehidupannya justru berantakan. 

Ada yang bilang jangan lama lama, jangan pilih-pilih. 
Prinsip memang tidak pilih-pilih. Tapi memilih itu penting. Biar nggak menyesal setelah menikah nanti dan berujung cerai. Jangan lama-lama? Lha memilih itu nggak bisa instan seperti masak mi instan. Butuh proses.

Beruntung ada orang terdekat yang nggak banyak tanya soal kapan nikah. Bahkan belum pernah nanya itu ke aku. Ya bersyukur aku punya bapak demokratis dan memyerahkan semua pilihan ke anaknya. Tapinkonsekuensinya ya harus siap dijalani. I love you bapak, (maaf ibuk kali ini aku tak dipihakmu. Beda pendapat sama ibuk nggak bikin durhaka kan ya heheh, (ingat lagunya Dea ananda trio kwek-kwek surga di telapak kaki ibu) . 

Bismillah aku percaya Allah lebih tahu saat yang tepat. Semua akan menikah pada waktunya. Eh indah pada waktunya. Seperti kata  Leo Tolstoy Tuhan tahu, tapi menunggu... 

10/12/2015

Jangan Pandang Sebelah Mata

Tidak semuanya orang pendiam itu bersikap diam dan acuh. Aku mengalaminya hari ini. Terkadang orang yang selama ini aku anggap cuek dan pendiam ternyata memiliki perhatian dan kepedulian. Spontanitas kepeduliannya. Bahkan lebih dibandingkan orang yang memiliki omong besar. Aku jadi mengerti mana orang yang tahu di saat kita  sedang dalam kesulitan.
Ya tadi di siang bolong yang panas, ak ditolong seorang kawan. Sebut saja mas Real Man. Saat itu ban sepeda motor aku bocor. Di siang yang panas usai liputan aku mau membawa si Supri ke bengkel terdekat. Tanpa dinyana si Real Man memberikan kunci motornya dan meminta kunci motorku.
Dalam hatiku, apa sih nih orang. Terus ak baru sadar dan menolak tawarannya. Tapi  rupanya dia  tetap memaksa meminta kunci motorku. Kemudian ia mengecek ban motorku apa masih bisa dikendarai. Ya sudahlah  Aku pun mengendarai motornya. Beruntung lokasi tambal ban motor tidak jauh. Dia membawa sepeda motorku ke tambal ban itu.
Ak langsung mengucapkan terima kasih kepadanya dan merasa tidak enak. Kan sebenarnya ak masih bisa bawa motorku sendiri ke bengkel. Tapi dia dengan wajah serius langsung menjawab, "biasa aja. Nggak apa-apa. Aku malah yang nggak enak kalo nggak bantu" katanya
Jeng..jeng., jeng..ak langsung kagum dengan orang yang selama kupikir nggak seru aka garing itu. Dia begitu spontan dan paham menempatkan posisinya sebagai seorang Real Man. Padahal di liputan tadi jg banyak kawan laki2. Duh emang tuh orang pendiem , lugu dan masuk kategori laki2 "alusan".  Bahkan lebih lembut dibanding ak kalau ngomong. *duh malunya  aku.
Tindakan spontan dia jg nyata terlihat waktu aku dan teman-teman karaoke bareng. Dia tiba2 order makanan dan minuman. Ketika akan pulang dia juga sudah membayar bill di kasir tanpa sepengetahuan  kami.
Spontanitas dan kepedulian dibalik karakternya yang pendiam baru kusadari tadi siang. Dia tak biasanya merangkul bahuku dari belakang samping dengan pergelangan tangannya. Dia merangkul bahuku sambil berjalan dan ngobrol  menanyakan lokasi acara. Saat ak mendahului teman2ku di belakang, dia melepaskan rangkulannya. Dia paham posisi dan situasi.
Dan malam ini aku baru menyadari kepeduliannya malam ini. Jangan pandang sebelah mata. Makasih kawan..

Yogya, 11/10/2015

9/28/2013

Sad Saturday, Selamat Jalan Pak Nurhadi...

Sabtu pagi di kasur. Mata  baru saja  melek langsung mengambil handphone yang tergeletak di kasur. Lampu led merah di BB berkedip. Ternyata ada pesan dari group redaksi kantor. Dengan mata yang masih ngantuk, kubaca pesan itu. Tiba- tiba aku terperanjat membacanya.
Innalillahi wa Ina ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia dengan tenang bpk Nurhadi Pemred Merapi Sabtu (28/9) pukul 03.00 Wib..
Sungguh aku masih tidak percaya dengan pesan itu. Sampai kubaca pesan itu dua kali. Kenyataannya itu benar. Tiba-tiba aku terbayang tentang beliau. Dua hari lalu aku masih melihatnya di kantor. Beraktivitas seperti biasanya. Hanya raut mukanya terlihat letih. Tapi Dia masih sempat mengingatkan salah satu kru redaksi agar tidak merokok di ruang kantor yang ber-AC.
Seminggu lalu ak juga sempat ngobrol dengan beliau sebentar usai jalan sehat. Dia juga sempat tersenyum kepadaku saat melihat aku dapat undian DVD player. Ternyata itu senyum terakhir yang aku lihat.
Aku langsung beranjak mandi dan bergegas menuju rumah duka. Saat sholat jenazah aku sempat menahan tangis. Di depanku terbujur tubuh beliau berselimut kain jarik. Masih saja aku tak percaya itu beliau. 
Aku mengenal beliau sejak pertengahan tahun 2009 saat pertama kali  bergabung di Koran Merapi. Kesan pertama pak Nur itu galak. Setiap reporter yang dipanggil namanya selalu heboh. Masalahnya suaranya begitu lantang. Apalagi saat jam-jam deadline, pasti langsung pada heboh. 
Namun setelah mengenalnya dalam beberapa bulan, beliau orangnya ramah, terbuka dan demokratis. Sifatnya memang tegas. Dia selalu meminta reporter untuk membaca ulang setiap berita yang sudah dimuat. Pada awal pertama aku masuk Merapi, bahkan beliau memberikan masukan langsung jika ada kesalahan dalam penulisan berita. 
Dia juga mengapresiasi jika ada reporter yang berhasil memperoleh berita bagus. Mendorong kami untuk menjalankan profesi wartawan secara professional. Dia mengatakan menjadi wartawan itu harus siap kerja tanpa kenal jam. Selalu berupaya mencari di lapangan. Kroscek dan re cek berita dan tulis dengan benar. 
Setiap rapat redaksi Dia juga mendorong kami untuk mengusulkan ide-ide berita. Meski tegas beliau juga doyan ketawa "guyon"  dengan kami. 
Saat kantor dalam keadaan terpuruk ia hadir membesarkan hati kami agar tetap semangat berkarya. Padahal ak tahu sebenarnya, beliau sendiri juga tidak mudah menghadapinya. 
Dia mengibaratkan perjuangan itu harus seperti pertandingan bola. Setiap menit berati untuk diperjuangkan. Setiap menit keadaan bisa berubah dari keterpurukan jadi kemenangan. Oleh sebab, itu jangan pernah mati harapan kata beliau. 
Dia juga mengupayakan hak-hak reporter dipenuhi pihak manajemen perusahaan. Misalnya hak uang THR bagi reporter yang belum dikontrak. 
Dua bulan ini ak cukup sering bertemu dengannya. Dia menugaskan aku meliput semua agenda tentang Udin. Sebagai anggota TPF kasus Udin ia pun aktif memperjuangkan penyelesaian kasus itu. 
Setiap berita Udin, kuserahkan padanya untuk dikoreksi. Namun mulai hari ini tidak ada koreksi darinya. Hari ini engkau yang  kutulis. Bukan sebagai narasumber TPF, tapi kepergiam nyawamu selamanya. 
Keranda jenazahmu diletakkan dan diiringi doa para pelayat. Air mataku kembali mengalir. Jenazah lalu dimasukan dalam mobil ambulance untuk dimakamkan.
Selamat jalan Pak Nurhadi. Semoga khusnul khotimah..
Semangat dan harapan akan tetap hidup.....











6/11/2013

Terlanjur Cinta, Nikmatnya Mendebarkan.. *kopi

Sudah sebulan lalu aku berhenti meminumnya karena sempat membuat dada sakit. Tapi karena sudah terlanjur cinta dengan minuman biji kopi ini, sy selalu tergoda. Apalagi semenjak mencicipi kopi Aroma Bandung yang digiling setelah difermentasi selama 8 tahun. Makin cintalah aku dengan minuman yang bikin gak ngantuk ini.
Namun apa daya karena asam lambung ak harus menguranginya karena sudah membuat dadaku berdebar lebih kencang dan sakit. Jadi dengan berat hati aku melepas minuman kopi. Sebulan aku berhasil menjalani aktivitas tanpanya. Hingga sampai pada titik, mencium aroma kopi yang diseduh oleh ibu. Haddehh godaan kopi sama beratnya dengan melihat pria berwajah mirip shinici kudo aka detektif conan. Finally, hati dan otakku luluh dan dengan sendirinya melangkah ke dapur. Otomatis menyeduh kopi hitammitu. Sumpah sedapnya rasanya minum kopi, setelah sebulan puasa mengkonsumsinya.
Akhirnya aku mengonsumsi kopi seperti biasa. Karena persediaan kopi bandung habis, aku kembali ke white coffe. Sebenarnya tidak setiap hari aku minum kopi. Hanya saat ak ngantuk di pagi hari atau di malam hari ak hrus melembur tugas. Cukup aku kurangi intensitasnya. Dulu hampir setiap hari minum kopi, sekarang seminggu 3 atau 4 kali.
Tapi apa mau dikata, meski sudah kukurangi nyatanya dada kiriku kembali nyeri. Berdebar dan semengkrang nyeri rasanya. Apalagi saat dibawa untuk tiduran. Pagi morning sick. Eitss bukan nyidam hamil lo. Biasanya kalo asam lambungku tinggi, tandanya sesudah makan pasti muntah. Tiap pagi habis sarapan pastilah aku muntah walaupun sedikit. Nah itu dia..ak. Sudah tau asam lambung, tapi tetap minum kopi. Ak rasakan sendiri akibatnya.
Baiklah sepertinya memang harus dikurangi bahkan distop tak minum kopi lagi. Dada kiri sdh terasa skali sakitnya. Ok ak nyerah. Besok2 mencoba mencari pengganti kopi. Selama ini ak uda nyoba ngeteh, minum sekoteng, coklat , susu, jahe. Tapi itu belum bisa nggantiin si  minuman item coffein. Seperti susah mencari pengganti orang yang sudah terlanjur kita cintai aka mantan. Halaahh.  Ak uda terlanjur suka susah , walapun membuat jantung berdebar2. Jadi kesimpulannya kopi itu seperti cinta.. bikin hati deg-degan atau bahkan sakit tetap aja pada mau jatuh cinta.. #halahh kesimpulan yang gagal paham…
Pesan moral: buat penggemar kopi yang udah sakit, gantilah kopi item dengan kopi putih. Kalau masih sakit pasrah saja bertobatlah dari minum kopi atau kau akan kesakitan hahaha.

5/25/2013

PHP Itu adalah Kejahatan

Manusia hidup memang harus memiliki harapan. Tapi kalau berharap banyak atau memberikan harapan tanpa tindakan itu akan menimbulkan masalah. Apalagi kalau memberikan harapan palsu kepada orang lain alias menipu. Jelas itu akan menyakitkan.
Dalam konteks hubungan manusia terutama antara perempuan dan laki-laki tentu pernah merasakan diberi harapan palsu. Bahasa kerennya di-PHP (baca: PEMBERI HARAPAN PALSU). Bagamana rasanya ? hahahahah kecewa pastinya. Apalagi di PHP dalam waktu lama. Kita hanya diombang-ambing dengan sikap manis, menyenangkan  setiap harinya.
Mulai dari bangun pagi, siang hari dan malam hari. Menyapa dan membicarakan hal-hal yang tidak penting, seperti membangunkan tidur dan melaporkan apa yang dilakukannya dan posisi dimana dia berada. Yang paling parah menanyakan jam, hari dan tanggal  lewat bbm (kehabisan tema yang diobrolin kali yak sampai segitu bodoh dan konyolnya). Padahal di hape jelas-jelas itu sudah ada .
Para penjahat PHP biasanya juga memiliki panggilan khusus, biar akrab. Ada yang pake adik kakak, mama papa, om tante, mami, papi atau lainnya. Pokonya terdengan ga banget. Terkadang para PHP ini seharian tidak mengirimkan kabar atau menanyakan kabar. (mungkin lagi cari korban PHP lain, #eh ). Sementara si calon korban sudah masuk perangkap dan belingsatan tidak ada yang menyapanya dan memperhatikannya. Mulai khawatir dengan keberadaan si PHP. Padahal belum tentu si PHP mikirin korban.
Semua itu terus mereka lakukan setiap hari tanpa berpikir apa  akibat dengan perlakuan yang mungkin mereka anggap biasa. Terasa melayang dan terbang. Tapi setelah cukup lama kita akan dijatuhkan dan dihempaskan. Jadi sebaiknya hati-hati kalau tidak mau jadi korban PHP.
Pernah baca di sebuah artikel pria membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk memutuskan status pedekatenya jadi teman atau lanjut ke hubungan lain. Jika sampai lebih dari 3 bulan, ya bisa dikatakan masuk golongan PHP.  Jika tidak mau jadi korban PHP, sebaiknya berantas PHP secepatnya.  Caranya, jangan mudah gede rasa dan menanggapi setiap pesan, telepon atau ajakan para PHP. Sesekali kita yang harus mengombang ambingkan mereka. Kalau memang dia serius dia akan melanjutkannya.
Kalau kamu main ekstrim pertanyakanlah perhatian dan sikapnya yang diberikan selama ini apa juga dilakukan ke semua orang. Jika ya mungkin orang itu sudah masuk tebar peson parah..jika orang normal tentu dapat memperlakukan mana perhatian teman, sabahat dan lebih dari itu. Kita berhak menanyakan itu. Tapi aku nggak yakin bagi seoerang perempuan yang berani menanyakannya. Selama ini kan masih ada semacam adat perempuan yang menunggu.  
Namun semua kembali ke keputusanmu. Mau menunggu ketidakpastian sampai lamaa dan setelah itu akan sakit sekali rasanya. Atau mempertanyakan sikapnya dan ya sudah kecewa sedikit dan kita akan melanjutkan hidup dan hati kita dengan orang yang bener-benar saling memberikan harapan dan mewujudkannya bersama.
Okk karena harapan adalah kekuatan hidup. Namun PHP adalah kejahatan  yang harus segera diberantas….

8/22/2010

Ramadan 1431, Tarling tanpa Tarawih Berjamaah


Ramadan 1431, Tarling tanpa Tarawih Berjamaah

Ramadahan tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya aku hanya salat tarawih di masjid kampungku. Tahun ini aku bisa menikmati berbagai masjid di Yogyakarta. Sebenarnya dari dulu kalau mau pun bisa, tapi repot juga. Tahun ini repot gak repot tapi karena profesionalisme berkarya di media, ya jalani saja. Bekerja untuk ibadah atau ibadah untuk bekerja? kayakanya dua-duanya bisa.
Banyak hal yang aku dapat dari liputan tarawih keliling ini. Masjid-masjid besar yang jarang aku masuki saat ramadan atau di luar ramadan pun akhrinya sudah kujajal.
Mulai dari mesjid di kompleks keraton, kampus, pemerintahan dan kampung-kampung. Semuanya memberikan kenikmatan yang berbeda. Suasana di dalamnya dan mengenali orang-orang di sekitarnya. Berbeda tapi semuanya mempunyai cita-cita beribadah kepada Allah.
Sejauh ini ada satu masjid yang membuat aku terkagum-kagum. Terutama dari segi banguananya. Masjid kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Masjid baru yang belum lama ini diresmikan ketua umum Muhmmadiyah itu sangat megah. Dari luar keindahan dan kemegahannya sudah terpencar. Dinding-dindingnya menggunaka batu alam berwarna hitam. Di kanan kiri serambi dipasangi lampu-lampu temaram yang membuat semakin elok. Bagian dalam masjid juga indah, langit-langit, lantai dan dinding dengan oranamen cantik ditambah lampu bercahaya. Aku pun terpesona.
Tapi sayang setiap aku tarling di masjid-masjid aku tidak bisa salat berjamaah. Selepas kultum aku harus mengetik naskah liputan, karena deadline tulisan naik cetak buat esoknya. Alhasil aku salat tarawih sendiri di rumah.. Ya Allah amalan ibadah yang KAU limpahkan di Ramadan ini tidak bisa aku raih sebanyak-banyaknya..
semoga bisa kutebus dengan salat malamku. Amin

5/13/2009

STUDI TUR KE KORAN SINDO DAN



Hari Kamis tanggal 22 November 2007 Akademi Komunikasi Yogyakarta (AKY) mengadakan kunjungan ke Semarang. Kunjungan yang diikuti oleh para mahasiswa dan dosen serta segenap karyawan diadakan dalam rangka studi tur ke kantor dan percetakan Koran Sindo dan Radio Jaringan Trijaya FM di Semarang. Studi tur ini merupakan salah satu kegiatan belajar mahasiswa yang dilakukan di luar lingkungan kampus. Karena mempelajari sesuatu dengan melihat secara langsung akan lebih menarik dan mudah untuk memahaminya. Sehingga dengan adanya studi tur ini diharapkan mampu menambah pengetahuan khususnya dalam bidang komunikasi dan jurnalistik.
Para peserta studi tur yang jumlahnya kurang lebih 40 orang diberangkatkan menggunakan satu buah bus pada pukul 07.30 wib, terlambat setengah jam dari pemberangkatan yang sudah dijadwalkan. Para peserta terlihat menikmati perjalanan tersebut. Beberapa mahasiswa saling bercerita dan bersenda gurau. Tak ketinggalan pula para dosen dengan topik pembicaraan yang mereka diskusikan atau bicarakan
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3,5 jam, bus yang membawa peserta studi tur AKY memasuki kawasan Kota Semarang. Kota Semarang yang terkenal dengan julukan kota atlas merupakan kota industri. Karena banyak industri dan pabrik didirikan di kota ini. Bahkan kota ini mempunyai kawasan khusus untuk area indutri yang sekaligus dijadikan sebagai kawasan wisata industri. Kantor percetakan Koran Sindo yang ada di Semarang yang dikunjungi berada di kawasan wisata industri tersebut.
Tiba di kantor dan percetakan Koran Sindo, para peserta studi tur Koran Sindo dari AKY disambut oleh pihak-pihak dari Koran Sindo. Kemudian kami dibawa ke dalam sebuah ruangan kosong. Kantor dan percetakan Koran Sindo di Semarang ini masih baru karena baru didirikan di Semarang jadi masih ada beberapa ruangan yang kosong dan belum ada perlengkapan lainnya. Seperti ruangan tempat menerima para pengunjung. Pihak Koran Sindo senang dengan kedatangan kami. Sebab kami adalah pengunjung pertama.
Sebelum berkeliling melihat-lihat di kantor Koran Sindo, pihak-pihak Koran Sindo memperkenalkan diri kepada kami. Ada pemimpin Koran Sindo biro Jateng dan DIY, ada manajer bagian produksi, redaksi, keuangan, pemasaran, periklanan, editing dan lain-lain. Kami diberitahu tentang sejarah berdirinya Koran Sindo.
Koran Seputar Indonesia terbit perdana, pada 30 Juni 2005. Dilahirkan oleh PT Media Nusantara Informasi (MNI), sub-sidiary dari PT. Media Nusantara Citra (MNC) yang menaungi RCTI, TPI, Global TV dan Trijaya Network.
Sebagai surat kabar baru, Koran Seputar Indonesia ditujukan untuk memudahkan sekaligus memenuhi kebutuhan pembaca dalam satu keluarga. Pada saat sang Bapak memilih news, sang Ibu bisa leluasa membaca lifestyle, sedangkan si Anak bebas membaca sport. Atau sang Bapak bisa membawa news ke kantor dengan meninggalkan lifestyle untuk dibaca Ibu di rumah, sementara si Anak memasukkan sport ke dalam tas untuk dibaca dalam perjalanan. Pendeknya, mereka bisa bertukar section tanpa harus mengganggu keasyikan masing-masing.
Hal ini sesuai dengan slogan Koran Sindo yang berbunyi “Satu Koran Segala Berita”. Sehingga cukup satu koran untuk satu keluarga.
Karena kami adalah mahasiswa jurusan jurnalistik, maka kami diberi penjelasan-penjelasan bagaimana mencari berita, menggolah berita dan proses pencetakannya. Kami juga diberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab dengan pihak Koran Sindo.
Setelah penjelasan panjang lebar diberikan, kami diajak untuk berkeliling melihat proses pencetakan Koran Sindo. Mulai dari pembuatan layout koran dalam bentuk mika film, pembuatan plat film untuk mencetak, hingga proses mencetak Koran menggunakan mesin-mesin pencetak yang besar.
Selesai berkeliling melihat proses pencetakkan Koran Sindo, kami para rombongan studi tur dari AKY akan melanjutkan kunjungan ke Radio Jaringan Trijaya FM di Semarang. Tak lupa para dosen, mahasiswa dan segenap karyawan berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada pihak Koran Sindo. Pihak AKY memberikan cinderamata kepada Koran Sindo sebagai tanda mata. Kemudian kami seluruh peserta studi tur berfoto bersama dengan pihak Koran Sindo di depan kantor percetakan.
Kami seluruh peserta studi tur melanjutkan kunjungan berikutnya ke Radio Jaringan Trijaya FM Semarang menggunakan bus. Lokasi Radio Trijaya FM tidak terletak di dalam kawasan wisata industri di Semarang. Lokasi Radio Trijaya FM terletak di Jl. Kawi V No 1 Candi Baru Semarang. Karena Radio Trijaya FM dan Koran Sindo tergabung dalam PT. Media Nusantara Citra (MNC), kami para rombongan studi tur diantar ke lokasi Radio Trijaya FM oleh pihak dari Koran Sindo.
Penjelasan mengenai Radio Jaringan Trijaya FM kami dapatkan ketika berada di Koran Sindo. Penjelasan tentang profil Radio Trijaya FM, bagaimana proses penyiarannya, pencarian berita dan hal-hal lain yang berkaitan dengan radio.
Network Radio Trijaya FM berada di berada di berbagai kota besar di Indonesia seperti Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Manado dan Palembang. Dalam hal peliputan Radio Trijaya FM memiliki jaringan koresponden dan inhaouse reporter yang dipersiapkan dari lokal, regional dan intrnasional dibutuhkan semua sesuai porsi kebutuhan para “ Profesional Muda “ sapaan pendengar Radio Trijaya FM.
Sampai di lokasi Radio Trijaya FM kami langsung berkeliling melihat ruangan-ruangan dan peralatan yang digunakan dalam penyiaran radio. Melihat ruang siaran yang penuh dengan peralatan yang sudah menggunakan teknologi komputerisasi. Ruang siaran radio di sini terbagi menjdi dua yaitu, ruang siaran Radioo Trijaya FM dan ruang siaran Radio Dangdut TPI. Di sana kami juga diberi kesempatan untuk bertanya langsung dengan para karyawan yang sedang bekerja.
Setelah puas berkeliling melihat bagaimana proses penyiaran radio, kami para peserta studi tur, para dosen dan segenap karyawan mengucapkan terima kasih dan berpamitan. Tak lupa kami dari AKY memberikan tanda mata berupa cinderamata kepada Radio Trijaya FM Semarang dan melakukan foto bersama.
Itulah sedikit gambaran dan penjelasan kunjungan ke Kantor Percetakan Koran Sindo dan Radio Jaringan Trijaya FM. Dengan adanya kunjungan ini pengetahuan para mahasiswa tentang komunikasi khususnya bidang jurnalistik semakin bertambah.

2/20/2009

Menjelajah labirin Kotagede sampai gempor, demi sebuah joglo

Hari itu ku tak ada jadwal kuliah, jadi bisa santai kayak dipantai..eh nggak ding,ada tanggungan liputan buat artikel di koran. Tapi tak apalah kan bisa main n jalan-jalan…
Sebenarnya juga ada beberapa tugas kuliah yang masih menumpuk belum dikerjakan..masih ada waktu cukup lama sih…tapi prioritas waktu menjadi pertimbangan..(bilang aja males..he…he..manusia kan sukanya menunda pekerjaan. Giliran mendekati deadline, lari sprint buat ngerjainnya deh)
Sebenarnya selasa itu juga, aku diajak sama wartawan senior ke sidang pengadilan dugaan kasus korupsi buku sejarah yang terjadi di salah satu kabupaten di yogja.tapi aku sudah terlanjur buat janji sama teman lain mo ada liputan bareng..di jam yang sama…
Udah pukul 9 pagi, kok temenku belum nongol juga,,beberapa menit kemudian dia telepon ngabarin kalo liputan diundur karena dia lagi pening..
Yah,,,tak apalah.toh juga narasumber referensi temanku jam segini juga lagi kerja..
Aku teringat buku2 yang ku pinjam di perpustakaan kota belum kukembalikan. Udah cukup sering telatlah.he..he.. akhirnya aku ke perpustakaan dulu…
Pukul 11 temanku datang, kita ketemu di perpustakaan terus langsung meluncur ke Kotagede, pulang ke rumahku dulu, buat naruh sepeda motor, n ngisis bentar.karena siang itu matahari memang menyengatkan kulit tubuh.
Pukul 13.00 aku dan temanku memulai perjalanan blusukan kampung di bawah terik sinar matahari..Kupikir temanku mo langsung ketemu narasumber referensi temanku yang ngeh soal banguan kuno. Tapi dia mo liat lokasi dan mo observasi bangunan kuno yang lain..
Perjalanan itu mulai dari kampung Sayangan. Menuju rumah joglo yang pendoponya selesai di rekonstruksi.kita Cuma liat rumahnya dari luar berkeliling mengamati sebentar.. btuh alternative pembanding akhirnya kita menjelajah kampung lagi dengan berjalan kaki. Masih semangat sih..Cuma lokasi selanjutnya cukup jauh. sempat aku tawarkan untuk mengambil motor.tp katanya tanggung. Ya udah akhirnya kita tetap berjalan kaki…menuju kampung Alun-alun di selatan pasar Kotagede..cukup banyak rumah-kampung khas kotagede yang eksotis..
Berjalan menyusuri lorong sempit bak labirin..sesekali melihat objek unik kamera pun siap mengabadikannya..walapun bukan kamera digital teknologi tinggi apalagi dibandingkan dengan kamera yang sekaliber SLRDigtial(jauh banget bandinginya).he..he..tapi tak mengurungkan niat dan semangat kami..
Perjalanan terus berlanjut hingga kampung Boharen,,.untuk menengok rumah joglo kuno milik tokoh budaya ternama. rumah miliknya memang udah kuno banget dan dilengkapi dengan langgar dhuwur yang tak terpakai lagi. Lagi-lagi kita Cuma observasi dulu.,kami memutuskan untuk menuju lokasi joglo tertua di Kotagede di kampung Citran,,,
Semangat udah mulai turun, maklum panas matahari memang menyiksa tubuh. sebentar..tapi lumayan ada senda gurau yang membuat suasana jadi enjoy. Sesekali kita istirahat ngeyup. Sesekali pula kita menemukan warung-warung jadul nan unik di dalam kampung sepanjang perjalanan kami.
Pukul 2 siang kita tiba di lokasi ketiga ,,pendopo joglo sedang dalam renovasi. Dari luar aku sempat mengambil beberapa foto. .Setelah melakukan observasi di beberapa tempat, akhirnya kita memutuskan untuk mengambil lokasi yang pertama..
Karena kaki sudah cukup gempor aku putuskan mampir dulu ke rumahku untuk ambil motor dan istirahat sebentar..
Pukul 14.30, kami kembali ke lokasi pertama untuk meliput rumah tersebut. Lorong labirin yang lebarnya Cuma setengah meter itu kami susuri dengan motor…mungkin pengalaman cukup seru buat temanku yang tak biasa melewati jalan sempit.
Tiba di lokasi kita bertemu dengan pemilik rumah..aku sudah kenal dengan pemilik rumah. Maklum urusan yang berhubungan dengan ktp ato surat keterangan di kelurahan tempat tinggalku dia yang mengurusinya. Orangnya memang ramah banget.dan low profile deh.Wawancara berjalan lancer.kita pun minta izin untuk mengambil foto rumah joglo dan pendoponya..
Sore itu sekitar pukul 15.45 kami berpamitan kepada pemilik rumah..selesai sudah perjalanan yang membuat gempor kaki. Perjuangan kita juga terbayar kok dengan pengalaman yang unik dan menarik selama perjalanan..
Buat temenku Tya…yang tlah jatuh cinta dengan Kotagede. aku senang dengan perjalanan kita. "nice trip to!". Mungkin perjalanan kita menjadi salah satu pengalaman yang tak kan terlupakan dalam hidupku..tindakan konyol berjalan di siang hari nan terik mungkin tak akan di lakukan oleh kebanyakan orang.kecuali orang konyol seperti kita kawan.he,,he,,,kpan kita liputan bareng lagi?tapi dengan lokasi yang apik dan menantang ya!