Showing posts with label sampah puisi. Show all posts
Showing posts with label sampah puisi. Show all posts

3/10/2013

Aku Bisa Apa

Bila di setiap pagiku yang pertama kupikirkan adalah dirimu, aku bisa apa?
Kopi tetap pahit dan gula tetap manis tapi keduanya bisa bertemu pada secangkir kenikmatan.
Benarkah aku dan kamu menginginkan kita? semua masih tersimpan rapat atas nama wanita. Beralaskan harap dan terbungkus mimpi melahirkan cerita kita kelak..


Yogyakarta 11 Februari 2013

Getar Masa Lalu

Kau adalah yang tak mampu kuujar kecuali dengan getar
Serupa gitar yang  dulu kau petik dengan samar
buatku tersadar menanti senja itu harus lebih sabar..

Mendung di Senin Pagi

Belajar dari matahari yang menerima mendung dengan tabah
hujan adalah cara terbaik menyempurnakannya
Mereka hadir di waktu yang berbeda dengan ikhlas
Dan bersanding indahnya saat pelangi tiba ...

3/02/2013

Senja Engan Bersua

Senja engan bersua di perpisahan siang malam ini Hanya mendung yang lebih luka dari merah senja Seperti kau yang pergi tanpa bahasa Jangan menghitung luka, nikmati saja pedihnya Kita tak perlu menjadi apa atau siapa Biarlah waktu yang menjawabnya menjadi senja merona atau luka malam menggelora atau derita pagi penuh cita atu duka....

5/13/2009

POETRY FROM THE REASON

Masih kusimpan puisi yang kau beri untukku..
Malam itu kau tak henti-hentiya mengirim puisi untukku lewat pesan singkat...
Belum sempat aku balas, kau terus menyerangku dengan puisimu..
Aku memang sedang belajar berpuisi jadi perlu cukup waktu untuk membalasnya...
Kau bercerita dan berfilosofi tentang hidup dan kisah cintamu yang kandas...
Ada pesan tersirat dalam rangkaian puisimu...
Begitu banyak puisi hingga aku, memutuskan menghapus sebagian karena inbox di hp penuh...
Reason, aku ingin pena itu bisa tertawa lagi...bukan berarti aku menggantikannya...
Reason, katamu kau melarangku belajar sastra..karna hanya akan membuat sedih saja...
Reason, aku tak mengerti dengan dirimu...
Reason, baru saja aku terjun untuk belajar puisi kau tiba-tiba menghalangiku,..
Reason, aku tak mau..ini hidupku...jangan kau anggap sama, aku dan kamu...
Reason, sesuai pesanmu aku masih menyimpan puisimu...,tapi tidak aku tulis dalam buku kecil seperti yang kau mau..
Reason, apun yang terjadi puisi-puisimu kan kusimpan dan kelak aku kan mengerti semua seperti katamu...

KENANGAN DI BERANDA

Bersandar di kursi beranda di antara langit mendung, hembusan angin dan gemuruh hujan...
Kuteringat masa lalu di beranda rumahmu...
Kau bawakan aku secangkir teh hangat...kepulannya pun masih nampak...
Kuminum perlahan teh buatanmu...ehmm tubuhku mulai terasa menghangat...
Kau pun meramalkan hujan kan reda saat senja tiba...
Aku tak percaya tapi aku tetap menanti hujan hingga reda...
Di beranda rumahnya, aku dan dia menikmati hujan sore hingga senja...

BERLALU MENUJU BARU

Saat mata saling bertemu lalu senyum beradu adalah anugerah yang terindah dalam hidupku...

Ada sesuatu dari caranya menatapku...
Tapi mungkin saja itu semu...,yang membuat aku ragu...
Ah..lebih baik kubiarkan berlalu...

Katamu tatapan mata tak menentu...hatilah yang tau...
Jadi kubiarkan saja berlalu...
Karna aku tlah mengambil langkah maju untuk hidup baru dan semangat baru....

5/05/2009

Mengenang Tuk Melupakan

Hapus memori itu tak semudah dibayangkan
Bagai hancur di siang malam, mendera batin..
Malam ini bayang itu hadir kembali..
Aku memang suka bayangan itu..
Tapi aku tak ingin bayangan itu menggelapkan hatiku..
Malam ini akan kutikam bayang itu dengan kegelapan, lalu ia hilang ditelan malam
Berharap suatu saat ada secercah cahaya kan datang,
Tapi kapan...,hanya waktu yang kan menjawabnya...
Malam ini malam terakhir aku mengenangnya tuk melupakannya...
Jogja/ 7/11/09

SEPI ITU....

Sepi itu tenang..
Sepi itu membuat sesuatu yang terdengar samar menjadi jelas..
Sepi itu kadang membosankan..
Tapi sepi juga membuat menakutkan...
Sepi itu membuat hati lebih peka...
Sepi itu juga kadang merindukan...

NANO NANO HIDUP

Kehidupan manusia ada rasa manis, asem , asin dan pahit
Selalu begitu ..
Terkadang manis dan kan dikenang
Terkadang asem dan membuat kesal tapi mendebarkan
Terkadang asin dan membuat hidup berkejut
Terkadang pahit dan pasti ingin dilupakan
Manis hidupku kuletakan dalam toples kaca bening yang selalu terbuka
Asem hidupku akan kucampur dengan sedikit manis hidup dan kuletakkan di toples setengah terbuka
Asin hidupku akan kutambahkan dalam manis hidupku
Pahit hidupku akan kuletakan dalam toples tertutup
Yah hidup memang selalu dipenuhi dengan manis, asem, asin dan pahit
Mereka datang silih berganti, terkadang datangnya bersamaan
Nano Nano kehidupan, rame rasanya...

NANO NANO HIDUP

Kehidupan manusia ada rasa manis, asem , asin dan pahit
Selalu begitu ..
Terkadang manis dan kan dikenang
Terkadang asem dan membuat kesal tapi mendebarkan
Terkadang asin dan membuat hidup berkejut
Terkadang pahit dan pasti ingin dilupakan
Manis hidupku kuletakan dalam toples kaca bening yang selalu terbuka
Asem hidupku akan kucampur dengan sedikit manis hidup dan kuletakkan di toples setengah terbuka
Asin hidupku akan kutambahkan dalam manis hidupku
Pahit hidupku akan kuletakan dalam toples tertutup
Yah hidup memang selalu dipenuhi dengan manis, asem, asin dan pahit
Mereka datang silih berganti, terkadang datangnya bersamaan
Nano Nano kehidupan, rame rasanya...

2/23/2009

hujan rindu dan sendu

Gerimis sore menyapaku...
Hawa Dingin menemaniku...
Lelah tubuh menyerangku…
Tapi smua itu telah mengalahkan rasa rinduku
Kuterjang hujan..
Kunikmati jalan yang penuh hambatan..
Kubawa kelelahan tanpa beban..
Untuk satu tempat tujuan…
Melepas rindu bertemu sang pujaan…

Kulepas rindu dengan menemuimu..
Hawa dingin tlah menghangat karena tatapan matamu..
Letih tubuh tlah lenyap karna senyummu…
Rindu itu sudah terbayar karna pertemuan itu…

Namun tiba-tiba gerimis hujan menjadi deras sederas hujan dihatiku
Rinduku kau akhiri dengan kelamnya hatimu..
Seketika itu pula hati yang hangat berubah menjadi dingin bahkan beku
Rindu itu telah hancur…berganti dengan sendu..

Kesenduan itu menikam kebahagianku lagi..
Kesenduan itu membangunkanku dari mimpi..
Kesenduan itu membawaku kembali menutup pintu hati..

BANGKITNYA LIANG KUBUR

Dalam kegelapan malam dengan keterpurukanku jiwaku aku gali liang kubur untukmu
Ragamu yang elok dan tangguh aku kubur dalam-dalam
Aku terisak di atas bayangmu
Air mataku mengalir sampai berhenti karna tlah kering ..
Namun Ragamu yang elok kini bangkit kembali
Kau datang mencariku …
Kau mengejutkan hidupku..
Menghantuiku setiap waktu…

AKU DAN MALAM DI PANTAI

Angin malam berhembus
Debur pantai yang bersuara
Pasir putih menghampar
Kusendiri menatap langit yang bertabur bintang
hanya suara ombak dan bintang di langit menemaniku
malam di pantai...damai