9/28/2013

Sad Saturday, Selamat Jalan Pak Nurhadi...

Sabtu pagi di kasur. Mata  baru saja  melek langsung mengambil handphone yang tergeletak di kasur. Lampu led merah di BB berkedip. Ternyata ada pesan dari group redaksi kantor. Dengan mata yang masih ngantuk, kubaca pesan itu. Tiba- tiba aku terperanjat membacanya.
Innalillahi wa Ina ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia dengan tenang bpk Nurhadi Pemred Merapi Sabtu (28/9) pukul 03.00 Wib..
Sungguh aku masih tidak percaya dengan pesan itu. Sampai kubaca pesan itu dua kali. Kenyataannya itu benar. Tiba-tiba aku terbayang tentang beliau. Dua hari lalu aku masih melihatnya di kantor. Beraktivitas seperti biasanya. Hanya raut mukanya terlihat letih. Tapi Dia masih sempat mengingatkan salah satu kru redaksi agar tidak merokok di ruang kantor yang ber-AC.
Seminggu lalu ak juga sempat ngobrol dengan beliau sebentar usai jalan sehat. Dia juga sempat tersenyum kepadaku saat melihat aku dapat undian DVD player. Ternyata itu senyum terakhir yang aku lihat.
Aku langsung beranjak mandi dan bergegas menuju rumah duka. Saat sholat jenazah aku sempat menahan tangis. Di depanku terbujur tubuh beliau berselimut kain jarik. Masih saja aku tak percaya itu beliau. 
Aku mengenal beliau sejak pertengahan tahun 2009 saat pertama kali  bergabung di Koran Merapi. Kesan pertama pak Nur itu galak. Setiap reporter yang dipanggil namanya selalu heboh. Masalahnya suaranya begitu lantang. Apalagi saat jam-jam deadline, pasti langsung pada heboh. 
Namun setelah mengenalnya dalam beberapa bulan, beliau orangnya ramah, terbuka dan demokratis. Sifatnya memang tegas. Dia selalu meminta reporter untuk membaca ulang setiap berita yang sudah dimuat. Pada awal pertama aku masuk Merapi, bahkan beliau memberikan masukan langsung jika ada kesalahan dalam penulisan berita. 
Dia juga mengapresiasi jika ada reporter yang berhasil memperoleh berita bagus. Mendorong kami untuk menjalankan profesi wartawan secara professional. Dia mengatakan menjadi wartawan itu harus siap kerja tanpa kenal jam. Selalu berupaya mencari di lapangan. Kroscek dan re cek berita dan tulis dengan benar. 
Setiap rapat redaksi Dia juga mendorong kami untuk mengusulkan ide-ide berita. Meski tegas beliau juga doyan ketawa "guyon"  dengan kami. 
Saat kantor dalam keadaan terpuruk ia hadir membesarkan hati kami agar tetap semangat berkarya. Padahal ak tahu sebenarnya, beliau sendiri juga tidak mudah menghadapinya. 
Dia mengibaratkan perjuangan itu harus seperti pertandingan bola. Setiap menit berati untuk diperjuangkan. Setiap menit keadaan bisa berubah dari keterpurukan jadi kemenangan. Oleh sebab, itu jangan pernah mati harapan kata beliau. 
Dia juga mengupayakan hak-hak reporter dipenuhi pihak manajemen perusahaan. Misalnya hak uang THR bagi reporter yang belum dikontrak. 
Dua bulan ini ak cukup sering bertemu dengannya. Dia menugaskan aku meliput semua agenda tentang Udin. Sebagai anggota TPF kasus Udin ia pun aktif memperjuangkan penyelesaian kasus itu. 
Setiap berita Udin, kuserahkan padanya untuk dikoreksi. Namun mulai hari ini tidak ada koreksi darinya. Hari ini engkau yang  kutulis. Bukan sebagai narasumber TPF, tapi kepergiam nyawamu selamanya. 
Keranda jenazahmu diletakkan dan diiringi doa para pelayat. Air mataku kembali mengalir. Jenazah lalu dimasukan dalam mobil ambulance untuk dimakamkan.
Selamat jalan Pak Nurhadi. Semoga khusnul khotimah..
Semangat dan harapan akan tetap hidup.....











6/11/2013

Terlanjur Cinta, Nikmatnya Mendebarkan.. *kopi

Sudah sebulan lalu aku berhenti meminumnya karena sempat membuat dada sakit. Tapi karena sudah terlanjur cinta dengan minuman biji kopi ini, sy selalu tergoda. Apalagi semenjak mencicipi kopi Aroma Bandung yang digiling setelah difermentasi selama 8 tahun. Makin cintalah aku dengan minuman yang bikin gak ngantuk ini.
Namun apa daya karena asam lambung ak harus menguranginya karena sudah membuat dadaku berdebar lebih kencang dan sakit. Jadi dengan berat hati aku melepas minuman kopi. Sebulan aku berhasil menjalani aktivitas tanpanya. Hingga sampai pada titik, mencium aroma kopi yang diseduh oleh ibu. Haddehh godaan kopi sama beratnya dengan melihat pria berwajah mirip shinici kudo aka detektif conan. Finally, hati dan otakku luluh dan dengan sendirinya melangkah ke dapur. Otomatis menyeduh kopi hitammitu. Sumpah sedapnya rasanya minum kopi, setelah sebulan puasa mengkonsumsinya.
Akhirnya aku mengonsumsi kopi seperti biasa. Karena persediaan kopi bandung habis, aku kembali ke white coffe. Sebenarnya tidak setiap hari aku minum kopi. Hanya saat ak ngantuk di pagi hari atau di malam hari ak hrus melembur tugas. Cukup aku kurangi intensitasnya. Dulu hampir setiap hari minum kopi, sekarang seminggu 3 atau 4 kali.
Tapi apa mau dikata, meski sudah kukurangi nyatanya dada kiriku kembali nyeri. Berdebar dan semengkrang nyeri rasanya. Apalagi saat dibawa untuk tiduran. Pagi morning sick. Eitss bukan nyidam hamil lo. Biasanya kalo asam lambungku tinggi, tandanya sesudah makan pasti muntah. Tiap pagi habis sarapan pastilah aku muntah walaupun sedikit. Nah itu dia..ak. Sudah tau asam lambung, tapi tetap minum kopi. Ak rasakan sendiri akibatnya.
Baiklah sepertinya memang harus dikurangi bahkan distop tak minum kopi lagi. Dada kiri sdh terasa skali sakitnya. Ok ak nyerah. Besok2 mencoba mencari pengganti kopi. Selama ini ak uda nyoba ngeteh, minum sekoteng, coklat , susu, jahe. Tapi itu belum bisa nggantiin si  minuman item coffein. Seperti susah mencari pengganti orang yang sudah terlanjur kita cintai aka mantan. Halaahh.  Ak uda terlanjur suka susah , walapun membuat jantung berdebar2. Jadi kesimpulannya kopi itu seperti cinta.. bikin hati deg-degan atau bahkan sakit tetap aja pada mau jatuh cinta.. #halahh kesimpulan yang gagal paham…
Pesan moral: buat penggemar kopi yang udah sakit, gantilah kopi item dengan kopi putih. Kalau masih sakit pasrah saja bertobatlah dari minum kopi atau kau akan kesakitan hahaha.

5/25/2013

PHP Itu adalah Kejahatan

Manusia hidup memang harus memiliki harapan. Tapi kalau berharap banyak atau memberikan harapan tanpa tindakan itu akan menimbulkan masalah. Apalagi kalau memberikan harapan palsu kepada orang lain alias menipu. Jelas itu akan menyakitkan.
Dalam konteks hubungan manusia terutama antara perempuan dan laki-laki tentu pernah merasakan diberi harapan palsu. Bahasa kerennya di-PHP (baca: PEMBERI HARAPAN PALSU). Bagamana rasanya ? hahahahah kecewa pastinya. Apalagi di PHP dalam waktu lama. Kita hanya diombang-ambing dengan sikap manis, menyenangkan  setiap harinya.
Mulai dari bangun pagi, siang hari dan malam hari. Menyapa dan membicarakan hal-hal yang tidak penting, seperti membangunkan tidur dan melaporkan apa yang dilakukannya dan posisi dimana dia berada. Yang paling parah menanyakan jam, hari dan tanggal  lewat bbm (kehabisan tema yang diobrolin kali yak sampai segitu bodoh dan konyolnya). Padahal di hape jelas-jelas itu sudah ada .
Para penjahat PHP biasanya juga memiliki panggilan khusus, biar akrab. Ada yang pake adik kakak, mama papa, om tante, mami, papi atau lainnya. Pokonya terdengan ga banget. Terkadang para PHP ini seharian tidak mengirimkan kabar atau menanyakan kabar. (mungkin lagi cari korban PHP lain, #eh ). Sementara si calon korban sudah masuk perangkap dan belingsatan tidak ada yang menyapanya dan memperhatikannya. Mulai khawatir dengan keberadaan si PHP. Padahal belum tentu si PHP mikirin korban.
Semua itu terus mereka lakukan setiap hari tanpa berpikir apa  akibat dengan perlakuan yang mungkin mereka anggap biasa. Terasa melayang dan terbang. Tapi setelah cukup lama kita akan dijatuhkan dan dihempaskan. Jadi sebaiknya hati-hati kalau tidak mau jadi korban PHP.
Pernah baca di sebuah artikel pria membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk memutuskan status pedekatenya jadi teman atau lanjut ke hubungan lain. Jika sampai lebih dari 3 bulan, ya bisa dikatakan masuk golongan PHP.  Jika tidak mau jadi korban PHP, sebaiknya berantas PHP secepatnya.  Caranya, jangan mudah gede rasa dan menanggapi setiap pesan, telepon atau ajakan para PHP. Sesekali kita yang harus mengombang ambingkan mereka. Kalau memang dia serius dia akan melanjutkannya.
Kalau kamu main ekstrim pertanyakanlah perhatian dan sikapnya yang diberikan selama ini apa juga dilakukan ke semua orang. Jika ya mungkin orang itu sudah masuk tebar peson parah..jika orang normal tentu dapat memperlakukan mana perhatian teman, sabahat dan lebih dari itu. Kita berhak menanyakan itu. Tapi aku nggak yakin bagi seoerang perempuan yang berani menanyakannya. Selama ini kan masih ada semacam adat perempuan yang menunggu.  
Namun semua kembali ke keputusanmu. Mau menunggu ketidakpastian sampai lamaa dan setelah itu akan sakit sekali rasanya. Atau mempertanyakan sikapnya dan ya sudah kecewa sedikit dan kita akan melanjutkan hidup dan hati kita dengan orang yang bener-benar saling memberikan harapan dan mewujudkannya bersama.
Okk karena harapan adalah kekuatan hidup. Namun PHP adalah kejahatan  yang harus segera diberantas….